Showing posts with label World News. Show all posts
Showing posts with label World News. Show all posts

Saturday, September 5, 2015

AS Tak Sudi Tampung Pengungsi Suriah





Pihak Gedung Putih Amerika Serikat (AS) menyebut gelombang pengungsi Timur Tengah yang menjadi masalah di Eropa sebagai tragedi. Namun, AS tidak akan menampung para pengungsi Suriah.



Gedung Putih menyatakan, AS akan menyediakan dana bagi Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi untuk mengatasi “ledakan” jumlah pengungsi yang telah tiba di Eropa tahun ini.



Keputusan AS untuk tidak menerima para pengungsi Suriah itu disampaikan juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest. Hingga sore ini (5/9/2015), ada sekitar 2 ribu pengungsi asal Timur Tengah, termasuk dari Suriah yang menuju Austria.



“Saya tidak punya pengumuman untuk sepanjang jalur tersebut,” kata Earnest, seperti dikutip Reuters. “AS memberikan bantuan yang signifikan melalui Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR),” lanjut Earnest membela keputusan Pemerintah Obama tersebut.



Juru bicara Gedung Putih itu lantas memuji otoritas Uni Eropa untuk menangani krisis pengungsi. ”Kami memuji Uni Eropa untuk langkah-langkah yang mereka sudah diambil untuk menindak mereka yang memanfaatkan migran dalam situasi putus asa,” ucapnya.



“Kami telah melihat upaya perdagangan manusia dan penyelundupan migran secara luas, dan kami pasti senang melihat Uni Eropa mengambil langkah-langkah untuk menindak itu,” imbuh Earnest.



AS juga menawarkan bantuan pengiriman pasukan khusus penjaga pantai untuk membantu menangani para migran dan pengungsi yang mempertaruhkan nyawa di laut yang berbahaya.



REUTERS | SINDO

Bom Guncang Sinai, 4 tentara AS Tewas





Dua ledakan mengguncang wilayah timur laut Sinai, wilayah di dekat perbatasan Mesir, Israel dan Gaza Palestina. Enam tentra penjaga perdamaian, termasuk empat di antaranya asal Amerika Serikat (AS) tewas terkena ledakan.



Para korban ledakan dari Pasukan Penjaga Perdamaian Multinasional (MFO) itu telah dievakusi.”Melalui udara ke fasilitas medis, di mana semua menerima pengobatan untuk korban luka yang tidak mengancam jiwa,” kata pejabat Pentagon, Kapten Jeff Davis, dalam sebuah pernyataan, Jumat (4/9/2015).



Pejabat Pentagon lainnya, Mayor Roger Cabiness, mengatakan, empat tentara asal AS ikut tewas ketika akan menolong para tentara yang terluka oleh ledakan yang pertama pada Kamis waktu Sinai.



MFO diciptakan sesuai hasil dari perjanjian damai tahun 1979 antara Mesir dan Israel di Sinai, wilayah semenanjung yang terletak di antara Israel, Jalur Gaza Palestina dan Terusan Suez Mesir. Menurut Cabiness, seperti dikutip Reuters, ratusan petugas AS ditugaskan di wilayah itu.



Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan mematikan itu. Namun, pada bulan lalu, kelompok militan Islam ditiduh membunuh 16 penjaga perbatasan di Sinai Utara. Hal itu mendorong Mesir untuk mengirim kendaraan lapis baja dan ratusan tentara di zona demiliterisasi di dekat perbatasan Israel dan Mesir.



Cabiness mengatakan, Pentagon tetap prihatin tentang kondisi keamanan yang memburuk di wilayah tersebut. ”Kami sedang mempertimbangkan apa pun, termasuk langkah-langkah tambahan jika diperlukan guna memastikan perlindungan dengan kekuatan. Ini termasuk membawa peralatan tambahan jika diperlukan,” imbuh Cabiness.



SINDO | REUTERS